Meuligoenews.com, Pidie– Tangis haru pecah di pinggir lapangan saat peluit panjang berbunyi. Tim sepak bola Kabupaten Aceh Barat, yang dikenal sebagai Laskar Bumi Teuku Umar, memastikan langkah bersejarah mereka menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 di Aceh Jaya usai menumbangkan rival sekabupaten, Nagan Raya, dengan skor tipis namun berarti, 2-1.
Di tengah sorak-sorai para pemain dan suporter yang memadati tribun Stadion Blang Pase Siglie, sosok manajer tim, Zulkifli Andi Govi atau yang akrab disapa dekjol tampak berdiri kaku, memeluk satu per satu pemainnya sambil menahan air mata.
“Ini bukan sekadar lolos ke PORA,” ujar Dekjol dengan suara bergetar. “Ini tentang harga diri. Ini tentang anak-anak kampung yang selama ini diremehkan, tapi hari ini mereka menunjukkan bahwa mereka punya nyali, punya semangat, dan punya mimpi yang besar. Ini juga tidak terlepas dari semua dukungan Bupati Tarmizi dan Wabup Saed Fadheil, masyarakat dan semua pihak yang sudah mendukung, ini sejarah baru di era kepemimpinan Tarmizi-Saed”ucapnya, Rabu (9/7/2025).
Pertandingan berlangsung dramatis. Tim Aceh Barat bangkit dengan keadaan penuh tekanan lewat dua gol Randi yang lahir dari kerja sama penuh determinasi.
Menit-menit akhir menjadi ujian mental luar biasa, di mana lini belakang Laskar Bumi Teuku Umar harus berjibaku mempertahankan keunggulan dari gempuran bertubi-tubi tim Nagan Raya.
Dekjol menegaskan, keberhasilan ini bukan hasil instan. Ia menyebutnya sebagai buah dari proses panjang, latihan keras, dan keyakinan yang tak pernah padam.
“Kami bukan tim kaya, bukan pula tim besar. Tapi kami punya jiwa besar. Anak-anak ini bertarung untuk nama baik tanah kelahiran mereka. Untuk Aceh Barat. Untuk tanah Teuku Umar,” katanya, menundukkan kepala sejenak sebelum melanjutkan, “Hari ini sejarah ditulis oleh mereka yang percaya pada mimpi.” Tegasnya.
Kemenangan ini sekaligus menandai kebangkitan sepak bola Aceh Barat di kancah olahraga Aceh. Setelah beberapa tahun tanpa pencapaian berarti, lolosnya tim ini ke PORA 2026 menjadi bukti bahwa semangat dan kerja keras dapat menaklukkan keterbatasan.
Di akhir pertandingan, para pemain mengangkat bendera Aceh Barat sambil bersujud di tengah lapangan sebuah momen simbolis yang tak akan mudah dilupakan.
“Kami belum selesai. PORA 2026 adalah panggung yang lebih besar. Tapi malam ini, biarlah kami rayakan perjuangan ini. Ini untuk Meulaboh. Untuk rakyat Aceh Barat,” tutup Dekjol.












