Meulaboh | Meuligoenews.com – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 2,6 mengguncang wilayah tenggara Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, pada Senin (28/7/2025) pukul 04.35 WIB. Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pusat gempa berada pada titik koordinat 3,32 Lintang Utara dan 96,21 Bujur Timur, atau sekitar 92 kilometer tenggara Meulaboh.
Gempa ini terjadi di kedalaman yang sangat dangkal, yakni hanya 1 kilometer di bawah permukaan tanah. Meski magnitudo tergolong kecil, kedalaman yang dangkal tersebut membuat getaran berpotensi dirasakan di area sekitar episentrum, khususnya jika berada di wilayah permukiman yang dekat dengan pusat gempa.
BMKG dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun demikian, masyarakat tetap diminta untuk tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Sejumlah warga di Kota Meulaboh, yang berada relatif lebih dekat dengan pusat gempa, mengaku tidak merasakan getaran berarti. Namun sebagian warga yang sudah terbangun pada waktu kejadian menyatakan sempat mendengar suara getaran kecil.
“Saya sudah bangun waktu itu, sedang salat Subuh. Ada seperti suara getaran dari arah tanah, tapi sangat lemah. Tidak sampai membuat benda bergerak,” ujar Ismail (56), warga Kota Meulaboh.
Sementara itu, Aris (26), warga Kecamatan Kaway XVI, juga mengatakan tidak merasakan gempa tersebut. “Saya baru tahu dari grup WhatsApp. Alhamdulillah tidak terasa apa-apa di sini,” ujarnya.
Aceh Barat merupakan salah satu wilayah di Aceh yang tergolong aktif secara tektonik karena berada di dekat zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas gempa bumi dengan kekuatan kecil hingga menengah relatif sering terjadi di kawasan ini, baik di darat maupun di lepas pantai.
BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas seismik di wilayah barat-selatan Aceh dan meminta masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.
Menanggapi peristiwa ini, BMKG kembali mengingatkan pentingnya edukasi kebencanaan di tengah masyarakat. Dalam kondisi gempa bumi, masyarakat diimbau untuk segera mencari tempat aman, menjauh dari bangunan yang berpotensi roboh, dan tidak panik.
“Walaupun skalanya kecil, ini momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran tentang mitigasi bencana. Perlu diketahui lokasi-lokasi evakuasi dan jalur aman di lingkungan masing-masing,” ungkap BMKG.












