Daerah

Ir. Azizon Nurza Jadi Pembicara Seminar Nasional Teknik Sipil 2025

126
×

Ir. Azizon Nurza Jadi Pembicara Seminar Nasional Teknik Sipil 2025

Sebarkan artikel ini

Meulaboh, Meuligonews.com — Program Studi Teknik Sipil Universitas Teuku Umar (UTU) melalui Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS-UTU) menggelar Seminar Nasional bertema “Urban Transportation: Memaksimalkan Potensi Wilayah Pesisir Barat Selatan dalam Distribusi Hasil Tambang dan Hasil Alam”. Senin (22/9/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian CIVIL RACE AND EXHIBITION (CRANE) 2025, sebuah ajang akademik dan kompetisi yang diinisiasi HMTS-UTU untuk menambah cakrawala pengetahuan mahasiswa, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja.

Hadir sebagai salah satu pembicara utama, Ir. Azizon Nurza, SPi, MM, MIPR, CPM, seorang profesional dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di berbagai industri strategis, mulai dari forestry & pulp, oil & gas, hingga pertambangan batubara. Selain itu, Azizon juga aktif di organisasi profesi, saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Penguatan Pengetahuan Komunitas Maritim Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO). Dalam paparannya, Azizon menekankan pentingnya pembangunan transportasi urban yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan distribusi hasil alam dan tambang dari wilayah pesisir Barat Selatan.

“Pesisir Barat Selatan memiliki potensi luar biasa dari hasil tambang hingga hasil alam. Namun, tanpa sistem transportasi urban yang efisien, ramah lingkungan, dan terintegrasi, nilai tambahnya tidak akan maksimal. Transportasi harus kita lihat sebagai instrumen strategis pembangunan, bukan sekadar sarana fisik,” tegas Azizon. Senin (22/9/2025).

Selain Azizon, seminar ini juga menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi, yakni Prof. Dr. Eng. Ir. Sugiarto, S.T., M.Eng., IPM dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, yang memberikan perspektif akademis terkait inovasi dan pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah pesisir.

Seminar Nasional ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan lintas sektor. Diskusi yang berlangsung membuka wawasan bahwa transportasi urban bukan hanya soal teknis logistik, tetapi juga soal daya saing wilayah, keberlanjutan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *