Daerah

Pemkab Aceh Barat Gelar Pasar Murah

90
×

Pemkab Aceh Barat Gelar Pasar Murah

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Meuligoenews.com, Aceh Barat — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) bekerja sama dengan Perum Bulog menggelar kegiatan Pasar Murah di sejumlah kecamatan. Kegiatan ini menyasar masyarakat miskin ekstrem sebagai upaya pengendalian harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok penting dalam menghadapi tekanan inflasi, Jum’at 11 Juli 2025.

Kepala Disperindagkop Aceh Barat, Khairuzzadi, S.STP, menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat kecil tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Pasar murah ini khusus menyasar masyarakat miskin ekstrem yang datanya sudah terverifikasi melalui program P3KE. Tujuannya untuk membantu meringankan beban pengeluaran mereka di tengah fluktuasi harga bahan pokok,” ujar Khairuzzadi.

Pasar murah digelar mulai tanggal 11 hingga 18 Juli 2025 di 12 kecamatan, di antaranya Sungai Mas, Pante Ceureumen, Panton Reu, Kaway XVI, Meureubo, Johan Pahlawan, Woyla Timur, Woyla Barat, Woyla, Arongan Lambalek, Bubon, dan Samatiga.

Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat membeli satu paket sembako seharga Rp174.000, yang terdiri dari Beras premium 10 kg – Rp92.500, Gula pasir 2 kg – Rp23.500, Minyak goreng 2 liter – Rp28.000 dan Telur ayam 1 papan – Rp30.000.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pasar dan pengendalian inflasi daerah,” tambah Khairuzzadi.

Pasar murah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Mereka merasa terbantu dengan tersedianya bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar saat ini.

Disperindagkop Aceh Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala, terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal dan perlindungan sosial yang inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *